Minggu, 15 Maret 2020

USBK dan UNBK Salah Satu Bentuk Pendidikan Berbasis Teknologi di SMP Negeri 1 Biak Kota, Biak Numfor-Papua 2020


Pendidikan menjadi aspek penting dalam keberlanjutan sebuah negara. Semakin baik sistem pendidikan maka semakin berkualitas juga generasi akan dilahirkan. Terlebih saat ini teknologi dianggap dapat membantu dan memaksimalkan proses belajar mengajar. Terlebih, pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan di Indonesia saat ini tercatat menduduki peringkat teratas. Dilansir dari hasil penelitian Cambridge Internasional, pelajar Indonesia merupakan paling aktif dalam penggunaan teknologi untuk media sosial dan juga pendidikan. Siswa tertinggi pengguna teknologi Hal ini mengindikasi bahwa ternyata selain aktif di sosial media, pelajar Indonesia juga masih peduli dengan pendidikannya. Menurut penelitian yang sama, 40 persen pelajar Indonesia menggunakan teknologi di ruang kelas lebih dari banyak negara lain. Sedangkan Indonesia menempati posisi kedua dalam penggunaan komputer desktop (54 persen), setelah Amerika Serikat.Sumber: Tribun timur

Kemudian, sebanyak lebih dari dua pertiga siswa Indonesia (67 persen) menggunakan ponsel pintar untuk pembelajaran di kelas. Bahkan angka 81 persen menunjukan siswa Indonesia menggunakan smartphone untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Terkait teknologi pembelajaran, dalam pendidikan dikenal istilah LMS, Learning Management System, sebuah sistem yang berfungsi mempermudah manajemen pembelajaran. Dalam LMS, guru dapat mengelola materi pelajaran yang mereka ajarkan dalam kelas online. Mereka dapat memberikan materi atau tugas yang dapat diakses siswa secara online. Guru juga dimudahkan karena proses penilaian dapat dilakukan secara otomatis tanpa perlu mengecek jawaban siswa satu persatu. Sumber: Kompas

Selain itu dalam proses pencapaian visi ini, Nadiem menyebut pentingnya pendidikan berbasis kompetensi dan karakter.
"Sudah pasti peran teknologi akan ada di situ, dalam bentuk apanya kita belum pasti. Yang terpenting kita ini mulai bukan dengan aksi, tapi belajar dulu, dengan semua stakeholder yang ada.

Sehubungan dengan itu, SMP Negeri 1 Biak Kota berusaha memenuhi sarana dan prasarana Komputer demi pemenuhan  program Ujian Sekolah Berbasis Komputer ( USBK ) yang akan dilaksanakan oleh siswa dengan jumlah 216 peserta, yang terdiri dari 113 perempuan dan 103 laki-laki. Setelah Pelaksanaan  USBK maka dilanjutkan dengan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2019/2020.  Kegiatan UNBK ini dilkasanakan sejak tahun 2016 dengan keterbatasan sarana akan tetapi Kepala Sekolah bersama Panitia UNBK berusaha menyediakan Komputer untuk 3 ruang ujian. 
Pada tahun 2020 dimana siswa SMP Negeri 1 Biak Kota akan melaksanakan kembali UNBK tahun ke 4 di tahun pelajaran 2019/2020, dengan menggunakan 3 ruangan yaitu, Ruang Multimedia, Ruang Laboratorium Komputer dan Ruang Laboratorium Bahasa. Setiap ruang tersebut harus terdapat komputer 35 unitd, namun kenyataanya yang terjadi didalam setiap ruang tersebut tidak memenuhi jumlah yang seharusnya. 

Pada tanggal 29 Februari 2020 Kepala Sekolah Bapak Adolf Hein Randongkir, S. Pd., MM, mengundang seluruh orang tua siswa mulai dari kelas VII,VIII dan IX hadir disekolah dalam Rangka Rapat Komite sekaligus Pembentukan Komite baru SMP Negeri 1 Biak Kota. Dalam rapat komite dan dengar pendapat Kepala Sekolah menyampaikan kekurangan komputer dalam persiapan UNBK, 
sehingga tanggapan dan solusi yang diberikan adalah pengadaan 10 Unit komputer dari sumbangan sukarela para orang tua. 
Dengan adanya penambahan 10 unit komputer tersebut maka kebutuhan komputer untuk pelaksanaan UNBK yang akan dilaksanakan pada bulan April 2020 bisa teratasi meskipun masih kurangan.


Edit.Arman
Copyright@smpn1biakkota2020




KEGIATANKU

Video Siswa SMP negeri 1 Biak Kota

www.smpn1biakkota.sch.id